SIDAK BUPATI DI RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN

Rabu, 2 Januari 2012

Selama cuti libur pada bulan desember, PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Lamongan telah mendapatkan jatah libur yang cukup panjang, dua kali cuti bersama . Dan. para abdi Negara ini, mulai Selasa (02/01/2013) pagi, resmi memasuki hari pertama masuk kerja untuk memulai aktivitas rutinnya pasca libur lebaran.

Saat memasuki kerja rutin dimulai, Pemkab Lumajang me-warning bagi PNS untuk tidak mengambil cuti tambahan. Bahkan, jika staf mengajukan tambahan cuti dengan mempergunakan hak cuti tahunan, hal itu ditegaskan tidak akan diberikan.

Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr. Soegiri (Pujo Broto Iriawan,MM) seusai apel pagi pertama masuk kerja, sekitar pukul 07.00 tadi. Dikatakannya, sidak akan dilakukan oleh Bupati Lamongan beserta jajarannya pada jam Pelayanan pertama awal tahun 2013 dan menyiapkan ProgramPemerintah mengenai Pelayan Rawat Inap Garis bagi Pasien tak mampu”Yakni sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40Tahun2004 tentang Sistem Jaminan SosialNasional serta Undang-undang RI No.24 tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Tujuannya Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat kabupaten Lamongan yang memerlukan perawatan rawat inap di RSUD Dr.Soegiri Lamongan, tetapi  bersedia dirawat dengan fasilitas ruang perawatan kelas III.

”Dan mulai hari ini, aktivitas rutin untuk pelayanan publik di berbagai baik Poli, Ruangan serta Intalasi di Lingkungan RSUD Dr. Soegiri, sudah harus normal kembali,” tegasnya.

Dan, dihari pertama kerja itu, Bupati Fadeli bersama Yuhronur Effendi Sekda Kabupaten serta Kepala BKD Bambang Kustiono di dampingi oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan Dr. Yuliarto Dwi Martono Langsung mengadakan sidak  di ruangan Poli  untuk memeriksa langsung kehadiran staf di hari pertama kerja ini.

Hal ini sesuai fungsi monitoring. ”Pak Bupati, dan Sekda tidak akan melakukan sidak. Karena ditekankan kinerja menjadi kesadaran. Namun, akan diawasi ketat. Jika ada yang melanggar  yang akan ditindak,” bebernya.

”Yakni sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2006 yang mengatur sanksi disiplin. Sanski itu berupa teguran dan hukuman disiplin lainnya,” terang dari salah satu Staf Pemda Kab. Lamongan. (mim)

Pos ini dipublikasikan di coba. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s