NUTRISI UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS

Penyakit Diabetes Melitus, merupakan salah satu penyakit yang banyak di derita oleh masyarakat. Penyakit ini menucul karena pola makan yang kurang baik terutama terkait dengan tingkat konsumsi glucose. Diabetes Melitus (DM) sendiri adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin secara absoult atau relative. Kelompok resiko DM, antara lain :

  • ·usia > 45 thn,·berat badan lebih BBR > 110% atau IMT >23kg/m2,
  • ·Hipertensi (>140/90 mmHg),
  • ·Riwayat DM dalam garis keturunan,
  • ·Riwayat abortus berulang; melahirkan bayi cacat atau BB>4000gr,
  • ·Kolewstrol HDL < 35 mg/dl atau TG > 250 mg/dl.

Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan kemunculan penyakit lainnya. Salah satu cara dalam proses penyembuhan adalah dengan melakukan terapi gizi yang bertujuan :

  • ·Mempertahankan kadar glucose darah supaya mendekati normal
  • ·Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal
  • ·Member cukup energy untuk mempertahankan/mencapai berat badan normal
  • ·Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan

Pada proses terapi gizi atau dikenal dengan istilah diit, pasien dituntut untuk disiplin untuk bisa maksimal dalam proses penyembuhan.Adabeberapa bahan makanan yang tidak disarankan dikonsumsi penderita DM, yaitu :

  • ·Mengdung banyak gula sederhana (gula pasir, gula jawa, sirop, jeli, buah-buahan diwaetkan dengan gula, SKM, minuman botol ringan dan es krim)
  • ·Mengandung banyak lemak
  • ·Mengandung banyak natrium seprti ikan asin, telur asin dan makanan yang diawetkan
  • ·Pemakaian pemanis dalam batas normal Namun sangat dianjurkan para pasien utuk mengkonsumsi bahan makanan sebagai berikut :
  • ·Sumber KH kompleks seperti nasi, roti, ubi dll
  • ·Sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim,tempe, tahu dll
  • ·Sumber lemak dalam jumlah terbatas
  • ·Bentuk makanan yang mudah cerna dengan cara dipanggang, kukus, rebus dan bakar Untuk mengurangi kejenuhan pasien dalam melakukan diit perlu dilakukan kombinasi menu makanan, namun tetap memperhatikan Komposisi dan indikasi pemberian, adapun panduannya sebagai berikut :

·B (HA 68% Protein 12% lemak 20%) Diberikan kepada

a.Penderita tidak tahan lapar dengan diitnya

b.Penderita dengan kadar cholesterol tinggi

·B1 (HA 60% Protein 20% lemak 20%) Diberikan kepada

  1. Kadar lemah darah normal
  2. Kebiasaan makan tinggi protein
  3. Kurus/BBR kurang dari 90%
  4. Mengalami patah tulang
  5. Hamil, menyusui
  6. Menderita hepatitis kronis, TBC, gangrene
  7. Pasca bedah

·B2(HA 68% Protein 20% lemak 0,6 gr)

Diberikan kepada penderita nefropati diabetic dengan gagal ginjal kronik

·B3(Tinggi kalori, rendah protein, tinggi asam amino essensial)

Diberikan kepada penderita nefropati diabetic dengan gagal ginjal kronik yang berat atau dengan hemodialisis Materi diatas disampaikan oleh Iswahyudi, Amd.Gz dalam Bincang Sehat Bersama (BSB) RSUD dr. Soegiri Lamongan, kamis, 16 Juni 2011 pukul 20.00 WIB di Citra Televisi Lamongan. Anda dan keluarga ingin memiliki wawasan luas tentang kesehatan, saksikan terus acara kami yang mengulas tentang info-info kesehatan pada waktu dan channel yang sama, tentu saja di Citra Televisi, TV kebanggaan warga Lamongan.

Pos ini dipublikasikan di coba. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s